Masya Allah, Tukar Uang THR Bisa Jadi Riba

Mezora - Pasti sudah tidak asing lagi kan dengan istilah THR. Yups Tunjangan Hari Raya ini sudah menjadi istilah khas menjelang Idul Fitri seperti sekarang ini. Mereka yang sudah bekerja dan mendapatkan rezeki lebih, biasanya mulai mempersiapkan uang dalam pecahan kecil seperti dua ribu, lima ribu dan sepuluh ribu untuk dibagi-bagikan pada sanak saudara.

Kebiasaan bagi-bagi THR ini lah yang kemudian membuka peluang usaha baru, karena banyak orang yang berbondong-bondong menukarkan uang lama dengan cetakan paling baru.Jika kita perhatikan, sekarang banyak penjaja uang baru di pinggir jalan. Mereka terlihat menawarkan bergepok-gepok uang dengan berbagai nominal.

Cara transaksinya pun sangat mudah, hanya tinggal menyiapkan uang lama dalam nominal yang diinginkan lalu tinggal menukarkannya dengan uang cetakan baru. Sayangnya, uang baru tersebut akan kurang dari uang yang kita tukarkan. Dari situlah para penjaja uang baru ini mendapatkan keuntungan.

Meski terkesan sangan mudah, namun ternyata transaksi seperti ini di larang dalam Islam lho bahkan termasuk kedalam tindakan riba.

Dalam Islam, ada enam barang ribawi yang jika ditukarkan dengan barang sejenis harus dalam ukuran yang sama dan tunai. Barang-barang tersebut adalah, emas, perak, gandum halus, gandum kasar, kurma, dan garam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Jika emas dibarter dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum bur (gandum halus) ditukar dengan gandum bur, gandum syair (kasar) ditukar dengan gandum syair, korma ditukar dengan korma, garam dibarter dengan garam, maka takarannya harus sama dan tunai. Jika benda yang dibarterkan berbeda maka takarannya boleh sesuka hati kalian asalkan tunai” (HR. Muslim 4147).

Nah, sebagai seorang Muslim yang bijaksana sebaiknya kita menukarkan uang THR melalui BI atau Bank-Bank lain yang ditunjuk untuk membuka jasa penukaran uang. Salah-salah bukannya mendapatkan pahala malah mendapat dosa karena melakukan transaksi riba.