Mengapa Banyak Yang Menikah Di Bulan Syawal

Mezora - Setelah melewati Idul Fitri seperti sekarang ini, biasanya kita akan lebih sering melihat janur kuning terpampang di jalan-jalan. Ya, di bulan Syawal ini banyak sekali yang melaksanakan pernikahan. Bahkan tak jarang kita menghadiri tiga undangan sekaligus dalam satu hari di bulan Syawal seperti ini.

Lalu mengapa, banyak sekali yang menikah di bulan Syawal?

Pada awalnya, orang-orang Mekkah sangat menghindari pernikahan di bulan Syawal. Hal ini dikarenakan kepercayaan mereka bahwa bulan Syawal adalah bulan yang buruk untuk menikah, ini ditandai oleh unta-unta betina yang menenggakan ekornya sebagai pertanda bahwa tidak ingin dikawini.

Namun, semenjak aturan Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam hadir sedikit demi sedikit kemusyrikan di tanah Mekkah mulai sirna. Dengan dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah juga contoh-contoh yang langsung diberikannya, perlahan pernikahan di bulan Syawal malah menjadi sunnah.

Aisyah Radiyallahu ‘anhaa yang dinikahi Rasulullah di bulan Syawal berkata,

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ e فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ e كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ)) [رواه مسلم]

“Rasulullah menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR.  Muslim)

Dalam Islam, semua hari dan bulan adalah baik maka bagi seseorang yang sudah mampu sebaiknya disegerakan untuk menikah di waktu yang ia inginkan.

 

Tags: Muslim Talk