Hati-Hati 5 Jenis Cara Mempercantik Diri Ini Dilarang Dalam Islam

Mezora - Siapa sih wanita yang tak ingin terlihat cantik? Hampir semua wanita melakukan perawatan tubuh untuk menjaga tubuhnya tetap bugar dan menawan. Mulai dari merawat wajah, paha, ketiak hingga bagian kemaluan.

Bahkan tak jarang, wanita melakukan treatment yang cukup menyakitkan seperti filler, sulam alis dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan karena istilah "Beauty is pain" yang berarti untuk menjadi cantik harus melalui proses yang berat hingga menyakitkan.

Meskipun dalam Islam menjaga tubuh untuk tetap bersih, sehat dan prima sangat dianjurkan sebagai tanda syukur kepada Allah tetapi ada beberapa hal yang harus dijauhi juga lho. Terutama dalam proses mempercantik diri. Yuk cari tahu apa saja sih hal-hal yang harus dijauhi saat ingin mempercantik diri?

Niat agar dilirik lelaki atau menyombongkan diri

Wanita boleh menjaga kecantikan asal dengan niat untuk menyenangkan suami dan menjaga pemberian Allah yang tidak ada keburukan didalamnya. Jika memiliki niat lain yaitu untuk dilirik laki-laki atau memperlihatkan diri lebih baik daripada yang lain, sudah tentu dilarang oleh Islam.

Mencukur alis

Salah satu cara yang dipecaya dapat membuat seorang wanita tampil lebih cantik adalah dengan merapikan alis. Alisnya yang terlalu tebal kemudian dicukur sesuai dengan bentuk yang dinilai ideal. Pencabutan alis tersebut juga dilakukan secara berkala, agar alis terus terlihat rapi. Padahal Allah telah melarang tindakan ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Allah telah melaknat mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.” (HR. Muslim)

Menyambung rambut

Rambut disebut sebagai mahkota wanita, meski dalam Islam wajib untuk di tutupi dengan kerudung atau hijab. Rambut panjang dan indah adalah dambaan setiap wanita. Saat ini ada tren menyambung rambut agar tampilan bisa segera berubah secepat mungkin, namun ternyata hal ini dilarang oleh agama.

Al-Allamah Asy-Syaukani rahimahullah menyebutkan : “Menyambung rambut adalah haram, karena laknat tidaklah terjadi untuk perkara yang tidak diharamkan.” (Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, 6/191)

Selain menyambung rambut, ternyata memakai wig atau konde juga tidak diperbolehkan. Bahkan menurut Al-Qadhi ‘Iyadh, menyambung rambut itu adalah maksiat dan dosa yang besar, lantaran adanya laknat bagi yang melakukannya.

Membuat gambar permanen di tubuh (tatto)

Menusuk-nusuk kulit kemudian memasukan tinta kedalamnya agar tergambar sebuah wujud diatas kulit di haramkan dalam agama Islam. Selain membuat air wudhu tidak dapat mengenai kulit, pembuatan tato juga mendzalimi diri sendiri.

Bukan hanya orang yang dibuatkan tato saja yang dilaknat, pembuat tatonya pun ikut mendapat laknat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Karena keduanya saling tolong menolong dalam merubah ciptaan Allah, dan hadits ini merupakan dalil bahwa siapa saja yang menolong perbuatan maksiat, maka dia ikut serta dalam dosanya.” (Imam Ibnu Baththal, Syarh Shahih Bukhari, 9/174).

Mengubah bentuk yang telah Allah ciptakan

Saat ini, operasi plasti untuk membuat tubuh dan wajah lebih indah memang sudah bisa dilakukan dengan mudah. Ada yang ingin mengubah bentuk hidungnya, bentuk paha, bentuk dada bahkan bentuk mata menjadi lebih baik menurut dirinya. Padahal apapun yang telah Allah ciptakan merupakan suatu kebaikan.

Mengubah bentuk yang telah Allah ciptakan dengan operasi termasuk kedalam sifat tidak bersyukur dan menolak pemberian Allah. Tentu hal ini dilarang oleh agama.

Naudzubillah, semoga kita semua dijauhkan dari sifat tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Amin.

Tags: Muslim Talk